Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan terhadap Lanskap Mahakam kian terasa.
Deforestasi, aktivitas pertambangan, serta ekspansi perkebunan dan hutan tanaman industri
berdampak pada meningkatnya risiko banjir di wilayah hilir, penurunan kualitas air, dan
menyusutnya ruang hidup satwa liar serta masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan kebutuhan
akan upaya perlindungan yang melibatkan berbagai pihak dan generasi.
Festival Aura Mahakam menjadi bagian dari kampanye Aura Mahakam yang diluncurkan
secara digital pada September 2025. Kampanye ini menyasar generasi muda, terutama yang
tinggal di kawasan perkotaan sekitar Mahakam seperti Samarinda dan Balikpapan. Dalam
festival ini, seni dipilih sebagai medium untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan cara
yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.

Visual artist Hari Merdeka, yang terlibat dalam kampanye Aura Mahakam 2026, menilai seni
memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik. “Melalui karya visual, Mahakam
dihadirkan bukan sekadar bentang alam, melainkan sebagai ruang hidup yang rapuh dan
membutuhkan perlindungan bersama,” ujarnya. Ia juga melihat mural dan karya seni sebagai
medium untuk mengekspresikan kepedulian, membangun solidaritas, serta menyuarakan
kritik terhadap model pembangunan yang tidak berkelanjutan.


Rangkaian acara puncak festival ditandai dengan pembacaan Deklarasi Orang Muda untuk
Mahakam. Koordinator Festival Aura Mahakam, Ridho Pratama, menyampaikan bahwa
deklarasi ini menjadi pernyataan sikap generasi muda terhadap krisis ekologis yang terjadi.
“Kami tidak ingin hanya menjadi saksi, tetapi kami juga ingin dilibatkan sebagai pelaku
perubahan, dan ikut mengambil keputusan dalam menentukan nasib Mahakam, karena
Mahakam bukan semata-mata sebuah sungai, melainkan rumah dan sumber kehidupan untuk
kami,” tuturnya.

Keterlibatan generasi muda dalam isu lingkungan terus mencari ruang yang relevan. Festival
Aura Mahakam, yang digelar pada Hari Lingkungan Hidup Nasional, Sabtu, 10 Januari 2026,
di Teras Samarinda, hadir sebagai upaya mengajak anak muda untuk mengenal dan menjaga
Lanskap Mahakam, salah satu kawasan ekologis strategis di Kalimantan Timur.
Lanskap Mahakam membentang lebih dari 77 ribu kilometer persegi dan mencakup
ekosistem hutan tropis, sungai, rawa, serta danau. Kawasan ini menjadi habitat berbagai
spesies dilindungi, seperti pesut Mahakam, orangutan, dan burung enggang. Di wilayah yang
sama, hampir 28 ribu jiwa Masyarakat Adat dari berbagai sub-suku Dayak hidup dan
menggantungkan keseharian mereka pada alam Mahakam yang memiliki nilai ekologis, sosial,
budaya, dan spiritual.


Melalui deklarasi tersebut, generasi muda menyatakan keberpihakan pada perlindungan
hutan, sungai, Masyarakat Adat, serta warga lokal yang selama ini menjaga alam dengan
pengetahuan dan kearifan tradisional. Festival Aura Mahakam 2026 diharapkan menjadi
momentum untuk memperkuat peran anak muda dalam menjaga lingkungan dan keadilan
ekologis di Kalimantan Timur, sekaligus menegaskan keterhubungan antara masa depan
Mahakam dan masa depan generasi yang hidup di sekitarnya